itu dulu. sekarang ”nasib” kamboja
telah berubah. Perhatikan saja, sekarang tanaman
bertubuh tinggi ini mulai menghiasi halaman rumah
di kota-kota besar. Orang pun tak ragu lagi menghiasi
interior rumah dengan tanaman berbunga cantik ini.
Istimewanya lagi karena penampilannya yang cantik
dan dekoratif, kini kembang kamboja memiliki peranan
besar dalam seni merangkai bunga parsel.
Memang, kamboja telah berubah citra, dari penghias
kuburan menjadi tanaman hias yang menawan. Ini bisa
terjadi karena para praktisi ”perbungaan” tak
henti-hentinya mengembangkan variasi bunga kamboja
dengan mengawinsilangkannya. Dari situ, muncul berjenis-jenis
kamboja dengan warna yang sangat variatif. Tak cuma
putih dan merah muda, tapi juga kuning, merah maroon,
oranye, dan sebagainya.
Kemudian, sesuai dengan warnanya, muncul pula nama
dan julukan baru untuk tanaman ini, antara lain Putri
Salju, Mutiara, Merah Kecap, Putri Bal, Pecah Seribu,
Putri Gunung, dan lain-lain.
Seiring dengan bertambahnya peminat, harganya pun
kian melesat. Oleh karena itu, tak perlu heran bila
ada kamboja dengan tinggi 2-3 meter (siap tanam)
berharga Rp 1-1,5 juta, sementara yang tingginya
baru 1-2 meter bernilai Rp 200-300 ribu. Dan, boleh
percaya atau tidak, cukup banyak kolektor asal Pulau
Jawa yang ”nekat” mendatangkan pohon-pohon
kamboja berusia ratusan tahun dari Bali.
Tahan banting
Kamboja atau Plumeria Sp. tergolong tanaman yang
dapat mencapai usia ratusan tahun seperti halnya
kaktus raksasa. Tanaman ini merupakan jenis suculent,
yakni tumbuhan yang dapat menyimpan air pada seluruh
bagian tubuhnya, dari akar, batang, daun, bunga,
sampai buah.
Kamboja memiliki beberapa keluarga dekat, yakni
Pachypodium, Adenium (Kamboja Jepang), dan Mandevila,
tapi meski satu keluarga, bentuk dan warna bunganya
berbeda. Keunggulan dari tanaman tropis yang satu
ini adalah berbunga sepanjang tahun, ”tahan
banting”, dan mudah beradaptasi dengan berbagai
iklim. Ia berasal dari kawasan Meksiko Kolombia,
Ekuador, Venezuela, dan menyebar ke Asia, hingga
ke Indonesia.
Di tanah air, kamboja tumbuh di dataran-dataran
rendah sampai ketinggian 700 m dpl dan memiliki segudang
nama, di antaranya Kamboja doka, Cempaka mulia, Karassi,
Nojha, dan sebagainya.
Jenis kamboja yang sedang bertengger di puncak kepopuleran
saat ini adalah Kamboja Jepang atau adenium. Varietas
ini pertama kali ditemukan di Aden, Yaman, tapi ironisnya,
sekarang nyaris tak ada lagi adenium di sana. Sebaliknya,
ia dengan mudah bisa kita temukan di negara-negara
pengembang Adenium seperti Jepang, Thailand, dan
Taiwan.
Seperti kamboja-kamboja lainnya, kini adenium tak
hanya berwarna polos merah atau putih, melainkan
sudah berkembang jadi silangan antarspesies dengan
variasi warna dan motif yang sangat cantik. Karenanya,
tak mengherankan bila jenis ini sangat ”laku” sebagai
bunga parsel. Bentuk artistik dan ketahanan hidupnya
yang tinggi jadi alasan utama.
Sebagai pendatang paling gres, Kamboja Jepang juga
punya kans besar untuk masuk di ”jajaran” parsel
tanaman. Ia merupakan tanaman ”tahan banting” dan
mudah dirawat sehingga pas sekali untuk dikirim ke
kerabat dan rekanan yang ”buta” tanaman.
Yang jelas, penerima parsel tak perlu bingung merawat.
Pemeliharaan, pemupukan, penyiraman dan penyemprotan
insektisida tak perlu terlalu ”serius”.
Selain itu, umur kamboja yang panjang — bisa
mencapai ratusan tahun — membuat si pengirim
selalu diingat. Keunggulan lain, meski ia berasal
dari gurun, penempatan di dalam ruangan tak jadi
masalah. Daya tarik lainnya, hampir seluruh varietas
kamboja memiliki sifat mekar tak serempak, artinya
ia bakal berkembang susul-menyusul dalam satu pohon,
sepanjang tahun.
Khasiat tanaman
Tinggi kamboja rata-rata sekira 6 meter, batang,
pokoknya besar, berkayu, dan keras. Cabang-cabang
mudanya lunak dan terdapat totol-totol bekas tumpuan
daun yang sudah rontok. Bentuk daunnya lonjong dan
meruncing di bagian ujung-ujung tangkai.
Perbiakannya tidak sulit. Bisa biji, bisa juga dengan
stek batang. Biasanya, perbanyakan dengan stek akan
lebih mudah dan cepat, juga tidak bergantung pada
musim.
Selain berguna untuk tanaman hias, ternyata kamboja
juga memiliki beberapa khasiat. Batangnya mengandung
getah putih yang mengandung damar, kautscuk, senyawa
sejenis karet, senyawa triterpenoid amytin dan lupeol.
Tetapi, hati-hati, kulit batang kamboja mengandung
senyawa plumeirid, yakni senyawa glikosida yang bersifat
racun.
Karena bersifat racun dan bisa mematikan kuman,
getah kamboja dengan dosis yang tepat berguna sebagai
obat sakit gigi atau obat luka, sedangkan kulit batangnya
sangat efektif untuk menumpas rasa sakit karena bengkak
dan dan pecah-pecah pada telapak kaki.
Untuk menghilangkan rasa sakit pada gigi berlubang.
Ambillah beberapa tetes getah kamboja dengan menggunakan
kapas, kemudian letakkan si kapas di gigi yang sakit.
Hati-hati, jangan sampai mengenai gigi yang tidak
sakit. Dosisnya 1-2 kali sehari. Namun, pengobatan
dengan getah ini hanya bersifat sementara saja, dan
tak bisa menyembuhkan secara tuntas.
Untuk obat frambusia, ambillah kulit batang kamboja
sebanyak 3 telapak tangan, kemudian dicuci dan dipotong-potong.
Rebus dengan air bersih sebanyak kira-kira 3 liter
sampai mendidih, selama 15 menit. Tunggu sampai hangat
atau suam-suam kuku. Selanjutnya, manfaatkan air
rebusan ini untuk mandi atau berendam.
Teknik penanaman
Siapkan pot berdiameter 30-60 cm, dengan tinggi
40-50 cm. Isi dengan media tanam berupa tanah kebun
yang banyak mengandung humus, pupuk kandang, dan
pasir (perbandingan 2 : 2 : 3), sebelum diisi media
tanam, dasar pot diberi koral agar resapan airnya
baik.
Tanamkan bibit pohon dengan tinggi sekira 1-2 meter.
Kemudian, letakkan pot pada tempat yang mendapat
sinar matahari, sedikitnya 8 jam sehari.
Penyiraman cukup 2-3 hari sekali. Agar tanaman tak
cepat tinggi, tanamlah pohon berikut plastik/karungnya.
Caranya, gali tanah sedalam tinggi plastik, lalu
masukkan kantung bibit plus tanaman, kemudian uruk
dengan tanah. (Rani Kartika Utami)***
Untuk informasi lengkap tentang herbal..
Kunjungi : http://www.indonesiaherbal.com |